Tampilkan postingan dengan label Music Album. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music Album. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Februari 2011

Endah n Rhesa ( Look what we've Found ) 2010


Pada Look What We’ve Found, ada perubahan cukup signifikan dibanding album terdahulu. Musiknya terasa lebih ceria dan dinamis. Simaklah trek pembuka bertempo cepat “Monkey Song” serta kocokan gitar energik pada lagu “Remember Me”, cocok dijadikan suplemen mood untuk mengawali hari. Terdapat pula olahan aneka pola ritmis beat Afrika yang mirip reggae dalam “Kou Kou the Fisherman”, “Tuimbe (Let’s Sing)”, dan nomor enigmatis “Mirror Spell”.
Tampak jelas pengaruh Bela Fleck & The Flecktones waktu menyimak “Waiting” lewat permainan guitalele Rhesa. Meskipun sebagian besar berdetak cepat, ada sebuah lagu yang mengalun dalam garapan harmonisasi vokal, “The King”. Endah pun menampilkan nyanyian lirih pada trek “It’s Gone”.
Suara renyah pun jentikan gitar folk akustik Endah didukung betotan bas Rhesa adalah kekuatan album ini, yang memuat sepuluh lagu bersyair Inggris.



Sabtu, 12 Februari 2011

poke download : everything happens for a reason (hollywood nobody)

Lima tahun berkecimpung di dunia musik, Hollywood Nobody akhirnya merilis album full perdananya. 'Everything Happen for a Reason' patut menemani hari-hari Anda.

Album dibuka dengan single singkat berdurasi 1.48 menit, 'Harmony is D Minor'. Tembang manis perkenalan dari band asal Bandung tersebut, 'Secret Nobody Knows' bisa jadi memang akan menjadi rahasia yang dibagi untuk Anda. Dengan iringan string dan gitar akustik, lagu ini sangat memanjakan telinga.

Single perdana mereka, 'Telescope' terdengar catchy dengan nuansa groove. Denting piano di lagu ini menambah nuansa tersendiri. Beberapa instrumen ikut ditambahkan untuk melengkapi suasana.

Mereka juga menggarap ulang lagu The Cardigans bertajuk 'Love Song'. Dengan nuansa bossanova, Hollywood Nobody menghadirkan rasa baru untuk lagu tersebut.

Track-track lain di album ini juga pantas untuk disimak. Sebut saja 'The Boy and a Guitar' juga 'I Write This Song for You' dengan lirik yang bercerita.

Semua lagu di ''Everything Happen for a Reason' ditulis dalam bahasa Inggris. Dian (vokal), Romy (gitar), Irma (kibord), Dendi (bass) dan Lutfi (drum) tampaknya lebih lugas mengungkapkan kisah mereka lewat bahasa Inggris.

Pemilihan kata-kata untuk lirik lagu mereka patut diacungi jempol. Tentu saja semua terjadi untuk sebuah alasan, seperti judul album mereka. Apa alasan itu? Coba simak sendiri, mungkin Anda akan merasakannya sendiri.

Tracklist album 'Everything Happen for a Reason' Hollywood Nobody:


  1. Harmony is D Minor
  2. Ballad of a Hero
  3. Betrayal
  4. Secret Nobody Knows
  5. Into Hate
  6. Love Me
  7. I'll Still Leave
  8. Telescope
  9. Theories
  10. Love Song
  11. The Boy and a Guitar
  12. Woe to You, Lover
  13. I Write This Song for You
  14. No Existence Could be Harder

DOWNLOAD DISINI
Senin, 07 Februari 2011

Poke Download : Vakansi (White Shoes and The Couples Company)

Tahun untuk White Shoes & The Couples Company (WSATCC) bukanlah waktu yang dirasa sebentar untuk melangkah sejauh ini. Menghadirkan 3 album setelah sebelumnya mengeluarkan album pertama di tahun 2005 dan mini album Skenario Masa Muda di tahun 2008 lalu, kini WSATCC siap menebar virus album terbarunya yang bertajuk "Album Vakansi".

Beranggotakan Aprilia Apsari (vokal), Rio Farabi (gitar akustik, vokal latar), Saleh Husein (gitar elektrik, vokal latar), Ricky Surya Virgana (bass, cello, vokal latar), Aprimela Prawidyanti (keyoboards, piano, viola, vokal latar) dan John Navid (drum, perkusi), WSATCC akan mengiris telinga rilekser semua dengan lantunan lirik-lirik mempesona ala Aprilia Apsari dkk.

"Rasanya baru kemarin kami masih duduk berkumpul memainkan lagu-lagu kami menumpang di kelas jurusan musik hanya dengan piano dan gitar akustik bahkan kadang di tengah sebuah studio yang belepotan tanah liat, kadang ditemani bau cat minyak atau bau M3 (pelumat tinta sablon). Semua yang berlalu selama lebih kurang 8 tahun ini tidak terasa dilewati, kadang bahkan ada memori-memori manis yang terlupa." ujar sang vokalis dalam rilisnya kepada rileks.com beberapa waktu lalu.

Bertempat di Galeri Foto Antara, Jl. Antara no. 9, Pasar Baru, Jakarta. WSATCC sukses berat membuat para penggemar dan wartawan yang hadir berdecak kagum akan album yang menggandeng musisi-musisi legendaris seperti Fariz RM, Riza Arshad dan gitaris jazz, Oele Pattiselanno itu.

Seperti diketahui, Album Vakansi adalah Koper, Catatan Harian atau Kotak Memori dari pengalaman melalui hari-hari bersama White Shoes & The Couples Company. Catatan pergi ketempat-tempat baru, mengalami hal-hal baru serta rangkaian cerita lainnya yang dialami oleh anak-anak muda WSATCC yang mengobarkan semangat tinggi dan selalu mengutamakan  kekuatan semangat muda.

Penasaran seperti apa isi dari kekuatan "Album Vakansi" nya WSATCC? silahkan langsung aja meluncur ke toko-toko kesayangan kamu!

WSATCC "Album Vakansi" :

1. Berjalan-jalan
2. Zamrud Khatulistiwa
3. Senja Menggila (Versi 2010)
4. Selangkah Keseberang
5. Rented Room
6. Kampus Kemarau
7. Sans Titre
8. Hacienda
9. Masa Remadja
10. Ye Good Ol’ Days
11. Vakansi
12. Kisah Dari Selatan Jakarta
13. Matahari



DOWNLOAD VAKANSI
Minggu, 06 Februari 2011

Poke Download : All Shall Align 2010 (Archspire)



Hanya satu kata untuk band ini CADAS!!! Tanpa banyak ba bi bu lagi silahkan download dan mulai lah ber headbang!!!

Archspire (All Shall Align 2010) Download DISINI!!!
Sabtu, 05 Februari 2011

Poke Download : Tragicomedy ( Polyester Embassy )

“Tragicomedy” sebuah album yang dirilis tahun 2006 oleh ffwd records dari sebuah band bernama Polyester Embassy asal Bandung. Album itu berisikan 9 lagu, menampilkan suasana ruang angkasa yang menvisualisasikan keabsurdan kehidupan manusia yang manis sekaligus indah. Mendengarkan album ini seperti melihat evolusi manusia dalam wujud lain.


“Orange Is Yellow” yang menembus relung jiwa dengan determinasi gitar di intro lagu yang berdurasi sampai 7 menit ini, Polyester Embassy merebakkan pesan pertamanya akan sebuah musik yang mencoba mengatakan bahwa kesempurnaan itu dapat dicapai. Mereka tidak takut akan suara yang hendak mereka bentuk dan sampaikan. Efek bergema dari alunan gitar mengiringi nada melodis dengan diiringi suara drum dan bas yang menancap pada pikiran kita, membuat lagu ini berfungsi sebagai pesan serius Polyester Embassy, bahwa mereka berusaha yang terbaik buat album ini.

“Blue Flashing Lights” yang diawali dengan raungan gitar seakan hendak merobek keterbatasan alam pikiran kita. Mereka tidak berhenti di situ saja, dengan dilatarbelakangi loop yang menghipnotis, Elang Eby sang vokalis band ini lalu bernyanyi dengan suara yang tidak kalah menghanyutkan dengan suara gitar mereka “Can’t you see, it’s shine on, it’s shine on” terus menerus sepanjang lagu.

Secara tidak sadar kita pun tenggelam dalam pelukan musik mereka.Lagu itu disambung dengan “The Answer Is No” yang juga tidak kalah membahayakan dalam memperkosa panca indera kita. Kita akan menghayal bersama mereka, dibawa terbang ke sebuah perasaan yang sulit untuk dikatakan apa yang sebenarnya kita rasakan. Ini adalah sebuah bentuk lain dari pencapaian keagungan yang tak akan pernah kita raih. “Ruins” memberikan kita ketenangan sejenak, dengan tempo yang relatif lebih lambat dibanding lagu-lagu lainnya di album ini. Di lagu ini Polyester Embassy membalut kita dalam suara melodis musik mereka yang penuh dengan perasaan kegembiraan yang aneh sekaligus menghenyakkan, nyaris berkesan religius. Pejamkan mata kalian dengarkan Elang Eby membisikkan “She turn on the light, she make my day so bright… Then now the light are off I surrounded by inky dark…Will she feed me when I’m drown or she killed me when I’m young, I’m just sit here to catch and take as much as you can throw, don’t you know it’s not so great in here. Wise one comes and than the ruin fall on me”. Lepaskan semua perasaan, dan kalian akan mengerti apa yang dimaksud.Suara bas yang membuka jalan dalam kegalauan seorang mahluk hidup mengawali “Polypanic Rooms”, yang kemudian diisi cepat dengan kombinasi dua suara gitar, seakan hendak menggusur keluar kegalauan itu dari jalan hidup kita. Ini adalah puncak sebuah epik yang ditampilkan Polyester Embassy. Kemegahan tanpa tanding, sampai kita tiba di akhir lagu ini dan berteriak menyambut matahari “I love you like I love the sunrise in the morning”.
Ditutup dengan lantunan damai dalam “Home”, Polyester Embassy menampilkan sebuah bentuk kesempurnaan yang walaupun berbeda spektrum, tidak pernah ditemukan dalam band asal negara ini sejak debut album Pure Saturday. “Tragicomedy” adalah karya sebuah band yang tidak takut untuk memberikan keindahan dalam suara eksperimentasi mereka. 9 lagu yang membentuk album ini, mempunyai potensi untuk menjadi sesuatu yang akan selalu diingat sepanjang masa. “Tragicomedy” adalah langkah pertama di mana sebuah legenda akan terbentuk.

download Album Polyester Embassy
Jumat, 04 Februari 2011

the trees & the wild ( RASUK )

The Trees and The Wild mungkin masih asing di kuping sebagian kalian. Band ini memang terhitung baru. Terbentuk dari pertemanan masing-masing personilnya sejak bangku sekolah. Andra dan Remedy berteman sejak SMA dan pernah membuat proyek akustik bersama ketika kuliah. Sedangkan Iga adalah teman Andra di sebuah band blues, Enterprising John yang juga temannya sejak SMP. Di tahun 2006 mereka mulai mencoba menulis beberapa lagu. Beberapa karya pun tercipta. Dari sanalah perjalanan panjang The Trees and The Wild dimulai. Mereka menawarkan komposisi musik akustik yang sederhana dan ear catching. Mudah dicerna dan cukup minimalis.

‘Honeymoon on Ice’ adalah single pertama dari mereka yang diperkenalkan ke publik dan mendapat apresiasi bagus dari salah satu radio anak muda Ibukota. Lagu paling minimalis ini terinspirasi dari sebuah film karya Michel Gondry yang berjudul “Eternal Sunshine of the Spotless Mind.”

Selain itu, “Lil’fish records”, label milik Agus Sasongko, Media Distorsi tertarik untuk merilis album penuh mereka setelah mendengarkan beberapa lagu The Trees and The Wild via myspace. Dari sana kemudian terjalin kerjasama antar keduanya. Alhasil, bulan Februari 2009 mendatang rilisan penuh pertama dari band ini resmi akan beredar di bawah payung label tersebut. Sebagai informasi “Lil’fish records” sempat menangani album Pure Saturday dan The Morning After.
The Trees and The Wild adalah: Andra B. Kurniawan, Iga Massardi, Remedy Waloni.
 

download album RASUK

Endah n Rhesa ( Nowhere to Go ) 2009

 Endah N Rhesa adalah project musikal yang terbentuk dari akustik gitar, bass dan vokal. Warna yang mereka bentuk dari tiga instrumen ini adalah folk, jazz, blues, rock and roll dan ballads. Mereka berdua dipertemukan di sebuah band yang pada awalnya berkonsep rock pada tahun 2003 awal. Selepas band tersebut di tahun 2004, Endah Widiastuti membangun citranya sebagai seorang solois seperti sebelum ia bergabung dengan band tersebut.

Endah merekam beberapa lagu – lagunya dalam album berjudul “The New Beginning” yang berisi empat lagu dan dijual secara sendiri dengan produksi terbatas. Di satu lagu dalam album tersebut Rhesa menambahkan bass dan menjadi sebuah perpaduan apik antara ketiga instrumen tersebut (vokal, gitar dan bass). Lagu itu berjudul “When you love someone”. Sejak saat itu mereka berdua sering bermain bersama di acara – acara universitas, dan respon yang didapat sangat positif. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membuat sebuah nama duo yang diambil dari nama mereka sendiri yaitu ENDAH N RHESA.

Endah N Rhesa mendapatkan inspirasi untuk mulai bermain dalam format minimalis akustik justru dari band – band lokal seperti Cozy Street Corner, Bonita, Anda. Endah sendiri terinfluence dengan Alanis Morissete dan Norah Jones dalam bernyanyi. Sedangkan 4 “john” yang berpengaruh terhadap permainan gitarnya adalah John Mayer, John Butler, John Scofield, John Frusciante ditambah dengan Pat Metheny dan Pemain Alat Musik Serba Bisa Warman Nasution dari TOR.

Sedangkan Rhesa Aditya adalah sosok unik yang banyak terinfluence oleh gitar akustik seperti, Jack Johnson, Dave Matthews, James Taylor dan musisi folk ballad lainnya. Les Claypool, Victor Wooten, Flea dan satu orang yang membuatnya bermain bass yaitu mantan penyanyi cilik Bondan Prakoso. Terakhir, influence terbesar mereka dalam menciptakan musik adalah Bela Fleck & The Flecktones yang memberikan nuansa yang kaya akan groove dan harmoni, karena musik mereka terbentuk dari dua unsur itu.

Endah N Rhesa telah menelurkan Nowhere To Go (Versi Lama) ‘2005’ dan Real Life (Rekaman Live mereka di studio) ‘2006’. Keduanya dipasarkan secara sendiri oleh mereka berdua dalam setiap panggungnya. Setelah mengeluarkan album Nowhere To Go (Repackage) yang telah beredar dipasaran, Endah N Rhesa memulai karirnya dalam dunia yang lebih luas lagi. Tutur mereka, Musik yang kami buat adalah musik yang jujur dari dalam hati kami”.

Download album klik DISINI